TRENDING NOW

Berita, Fakta dan Peristiwa Seputar Dunia, Disampaikan dengan Jujur, Objektif, Adil dan Independen
Raja Kerajaan Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, dalam waktu dekat akan mengunjungi Indonesia dengan membawa ribuan rombongan. Kedatangan Raja Salman, selain untuk menanamkan investasi skala besar, juga berencana akan menemui sejumlah ulama dan tokoh muslim Indonesia. (image: yenisafak.com)
"Jadi, belum lama saya dihubungi bagian protokoler Pangeran Arab Saudi. Katanya Raja mau bertemu dengan saya empat mata,"
Jakarta -- Indonesia sedang kedatangan tamu besar saat ini. Yakni salah satu orang terkaya di dunia dan juga Raja kerajaan Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud. Kedatangannya dianggap spesial, karena ini merupakan kedatangan yang kedua setelah era Orde Baru. Kedatangan Raja Salman ke sebuah negara juga biasanya akan diikuti dengan investasi besar-besaran dari negara terkaya di Timur Tengah tersebut.

Raja Salman akan berada di Indonesia dari tanggal 1 sampai 9 Maret 2017. Kunjungan terakhir oleh seorang raja Saudi untuk Indonesia adalah 46 tahun lalu, ketika Raja Faisal datang ke bumi nusantara.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyampaikan keinginan untuk melakukan investasi ekonomi besar-besaran atau mega investasi di Indonesia. Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz, akan berkunjung ke Indonesia dan akan melihat potensi investasi sekaligus berwisata di Bali.


Niat berinvestasi besar-besaran pernah disampaikan oleh anak Raja Salman Wakil Putra Mahkota, Wakil Kedua Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz Al-Saud saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Hotel Dahua Boutique Hangzhou, RRT, Minggu (4/9/2016).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, ada dua topik yang dibicarakan antara Presiden Jokowi dengan Pangeran Mohammed Bin Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud itu, yaitu kerja sama dalam bidang ekonomi dan masalah haji. Mengenai masalah kerja sama ekonomi, Menlu menjelaskan, ada beberapa hal yang disampaikan oleh Pangeran Mohammed bin Salman.

Pertama, Saudi Arabia ingin sekali melakukan investasi secara besar-besaran di Indonesia. Istilah yang disampaikan Pangeran Mohammed adalah mega investment. Menurut Menlu, mega investment ini ada beberapa bidang yang diharapkan dapat dikerjasamakan oleh Saudi dengan Indonesia.
Petugas bandara sibuk mempersiapkan rencana kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia. (istimewa)
“Yang pertama adalah di bidang pengilangan minyak (refinery); yang kedua adalah di bidang pembangunan rumah murah (low cost housing), dan yang ketiga adalah investasi di bidang yang terkait dengan pariwisata (tourism),” jelas Retno seperti dikutip situs Sekretariat Kabinet.

Kedatangan Raja Salman kali ini, selain membawa ratusan para pengusaha dan ekonomnya, Arab Saudi juga akan menanamkan investasi hingga US$25 miliar (Rp 334,06 triliun). "Kami menargetkan investasi," ujar kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong kepada wartawan.

Indonesia berharap kunjungan ini akan membantu hubungan lebih lanjut antara perusahaan energi milik negara Pertamina dan Aramco milik Arab Saudi yang bekerja sama untuk meningkatkan kinerja di kilang Cilacap, ditambah dengan kerjasama di bidang-bidang lainnya.

Raja Salman Temui Habib Rizieq Secara Pribadi

Kesempatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bertemu dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dalam kunjungannya ke Indonesia belum bisa dipastikan. Namun, pihak Kerajaan Arab Saudi sudah berkomunikasi dengan kuasa hukum Habib Rizieq Shihab.

Kapitra Ampera selaku kuasa hukum Habib Rizieq Shihab mengatakan rencana dirinya bertemu dengan raja Arab Saudi bersifat pribadi. Namun, dirinya belum bisa memastikan kapan waktunya pertemuan itu dilaksanakan.

"Jadi, belum lama saya dihubungi bagian protokoler Pangeran Arab Saudi. Katanya Raja mau bertemu dengan saya empat mata," ujar Kapitra ketika dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (24/2/2017), seperti dilansir laman Sindonews.com.

Dia menuturkan, pihak protokoler belum mengungkapkan agenda yang disampaikan dalam pertemuan nanti. Dia yakin, ada hal penting yang ingin disampaikan orang sangat berpengaruh di Arab Saudi itu.

Sementara menyangkut kabar mengenai bertemu juga dengan Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, suatu yang sangat positif jika kabar itu menjadi kenyataan mengingat Salman bin Abdulaziz adalah pemimpin umat muslim di Arab Saudi. "Kalau benar ya bagus sekali," ucapnya.

Kaum Anti-Arab Hanya Bungkam

Sebelumnya, media sosial dan dunia maya sempat dipanaskan dengan berkembangnya pembicaraan yang bernuansa anti-Arab. Bahkan, sejumlah petinggi dan tokoh politik dari partai tertentu ikut memberikan pernyataan anti dan kebenciannya terhadap segala sesuatu yang bernuansa Arab. Isu semakin memanas setelah sejumlah artis, aparat dan tokoh agama juga berkomentar anti Arab.

Sejumlah massa berunjuk rasa menolak kedatangan Raja Kerajaan Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz.
Berita, Fakta dan Peristiwa Seputar Dunia, Disampaikan dengan Jujur, Objektif, Adil dan Independen
Para pedagang dan saudagar muslim pada masa lampau yang memasuki Nusantara, bukan hanya mampu membangkitkan perekonomian kawasan, namun juga membawa khazanah-khazanah peradaban baru, seperti bahasa, sastra dan lain sebagainya, yang akan membantu pembentukan negara Indonesia di masa depan.
Dalam beberapa bulan terakhir sempat menjadi viral di dunia maya dan sosial media perbincangan mengenai Arabphobia atau kebencian terhadap unsur-unsur dan sesuatu yang dianggap berbau arab atau kearab-araban. Perdebatan semakin panas setelah sejumlah tokoh politik nasional bahkan para artis juga ikut berkomentar dan menunjukkan kebencian mereka terhadap sesuatu yang dianggap bernuansa Arab.

Kelompok tersebut menganggap bahwa Indonesia bukanlah Arab, dan seorang muslim bukan berarti harus meniru Arab dan bahkan harus menanggalkan dan membuang apapun yang bernuansa Arab.

Tapi tahukah anda bahwa Indonesia sangat kuat dipengaruhi oleh unsur Arab hampir di semua lini kehidupannya. Salah satunya adalah sumbangsih Arab dalam membentuk dan memperkaya khazanah maupun kosakata bahasa Melayu yang merupakan cikal bakal bahasa Indonesia.

Bahasa Arab adalah bahasa agama, juga sekaligus bahasa Internasional yang merupakan salah satu khazanah peradaban dunia klasik dan bahasa asing tertua. Bahasa Arab selalu identik dengan Islam dan negara-negara Timur Tengah. Karena keduanya ada sebuah hubungan dan sejarah; yaitu Islam pertama lahir di Jazirah Arab. Sehingga kitab suci umat Islam turun pada Rasulullah dengan bahasa Arab. Ini tiada lain bertujuan untuk memudahkan umat Islam dalam mengahafalkannya, memahaminya, serta menyebarkannya atau mengajarkannya.

Seorang aktris nasional yang mencela tulisan Arab dan sempat menjadi viral di media sosial
Bahasa Arab secara riil digunakan oleh sebagian besar penduduk Indonesia dalam kegiatan peribadatan mereka. Seperti dalam bidang ekonomi, perdagangan, pekerjaan dan politik, bahasa Arab menempati tempat yang sangat signifikan.

Jika Islam secara meluas telah dianut oleh masyarakat kita pada abad ke-13, maka usia pendidikan bahasa Arab dipastikan sudah lebih dari 7 abad. Karena perjumpaan umat Islam Indonesia dengan bahasa Arab itu paralel dengan perjumpaannya dengan Islam. Dengan demikian, bahasa Arab di Indonesia jauh lebih “tua dan senior” dibandingkan dengan bahasa asing lainnya, seperti: Belanda, Inggris, Portugal, Mandarin, dan Jepang.

Kosakata bahasa Indonesia dan bahasa Melayu yang berasal dari bahasa Arab cukup banyak, diperkirakan sekitar 7.000 - 15.000. Sebagian kata-kata Arab ini masih utuh dalam arti yang sesuai antara lafal dan maknanya, dan ada sebagian lagi berubah. Untuk jelasnya kita ikuti saja contoh-contoh berikut ini:

a. Lafal dan arti masih sesuai dengan aslinya:
abad, abadi, abah, abdi, adat, adil, amal, aljabar, almanak, asli, awal, akhir, azan, bakhil, baligh, batil, barakah, daftar, dan ribuan kosakata lainnya.

b. Lafalnya berubah, artinya tetap
berkah, barakat, atau berkat dari kata barakah, buya dari kata abuya, derajat dari kata darajah, dan ribuan kosakata lainnya.

c. Lafal dan arti berubah dari lafal dan arti semula:
keparat dalam bahasa Indonesia merupakan kata makian yang kira-kira bersepadan dengan kata sialan, berasal dari kata kufarat yang berarti orang kafir (jamak).


Logat dalam bahasa Indonesia bermakna dialek atau aksen, berasal dari kata lughah yang bermakna bahasa atau aksen. Naskah dari kata nuskhatun yang bermakna secarik kertas. Dan ribuan kosakata lainnya.

d. Lafalnya benar, artinya berubah:
Ahli, dalam bahasa indonesia bermakna orang yang mempunyai kemampuan, berasal dari bahasa Arab yang bermakna luas yaitu orang yang berasal dari. "kalimat" dalam bahasa Indonesia bermakna rangkaian kata-kata, berasal dari bahasa Arab yang bermakna kata. siasat, juga bermakna politik dalam bahasa arab moderen.

Bahasa Arab mulai dikenal dan berkembang luas di madrasah-madrasah pada masa lampau. Saat itu bahasa Arab menjadi salah satu bahasa pribumi dan dianggap sebagai simbol perlawanan menghadapi kolonial Belanda.
Asimilasi antara bahasa Indonesia dan bahasa Arab sudah berlangsung empat atau lima abad ketika bahasa indonesia masih merupakan bahasa melayu terutama kata-kata yang mengekdpresikan perasaan ke-Tuhanan rasa bergantung kepada Tuhan Yang Mahaesa. Pemakaian kata yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan seperti Allah, insya Allah, astaga, hari kiyamat, takdir, khutbah ruhul khudus dan masih banyak lagi.

Sejarah Bahasa Arab di Indonesia

Bersamaan dengan masuknya agama islam kepulauan Nusantara, maka masuk pula pengaruh bahasa Arab ke dalam bahasa Melayu. Prasasti dalam bahasa melayu yang telah menggunakan kata-kata Arab berasal dari abad ke 14 Masehi, berupa batu nisan dari makam putri sultan Malik Az-Zahir (Sultan Pasai) yang terdapat di Minye Tujuh (Aceh). 


Batu nisan ini memang berasal dari masa peralihan gama di Sumatra, hurufnya bukan huruf arab tapi masih memakai huruf Sumatra kuno (perkembangan dari huruf pallawa). Pengaruh bahasa Arab pada bahasa melayu itu melalui bahasa tulisan, ialah dari kitab-kitab agama terutama kitab-kitab fiqih, Buku-buku kesusastraan Arab atau Islam serta melalui bahasa alim ulama.

Prof Abdul Hadi WM dalam Cakrawala Budaya Islam menuliskan, sejak kejatuhan Baghdad pada abad ke-13, mulai bermunculan organisasi-organisasi dagang yang disebut ta'ifah. Ta'ifah ini dipimpin figur sufi sehingga kegiatannya tidak semata-mata urusan perniagaan, tapi juga sosial keagamaan.

Di sisi lain, lanjut Abdul Hadi, sastra merupakan bidang penting bagi para salik dalam menyebarkan ajarannya, khususnya di negeri-negeri Islam non-Arab, semisal Persia, pantai timur Afrika, atau Nusantara. Para sufi tampil sebagai pelopor kebangkitan bahasa-bahasa baru Dunia Islam. Sebut saja bahasa Persia, Swahili, Urdu, atau Melayu.

Kompleks makam abad 15 di Aceh, dengan menggunakan aksara Arab.
Semua itu naik tarafnya menjadi bahasa peradaban Islam di wilayah penutur aslinya dan bahkan mencapai lintas wilayah (internasional). Prof Amin Sweeney mencatat bahwa bahasa Melayu pernah menjadi bahasa ketiga dalam Dunia Islam.

Argumentasi itu mungkin masih berlaku sampai hari ini. Pencapaian bahasa Melayu ini juga berkat budaya tulis para ulama dan salik Nusantara, di samping menggunakan bahasa Arab, untuk menyebarkan Islam. Melalui sastra dan dakwah, bahasa Arab merembes ke dalam bahasa Melayu. Demikian pula seiring dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam yang berpusat di kota-kota pelabuhan. Beberapa contoh di antaranya adalah Samudra Pasai, Malaka, Aceh, Johor, Banten, dan Makassar.

Abdul Hadi memaparkan, sebagian besar teks-teks Nusantara klasik ditulis pada zaman Islam, yakni abad ke-15 sampai abad ke-19. Teks-teks ini bukan hanya menggunakan bahasa Melayu atau Arab, melainkan juga bahasa daerah setempat, seperti Jawa, Sunda, Aceh, Madura, Bugis, Sasak, Banjar, dan Minangkabau. Menurut guru besar Universitas Paramadina tersebut, penduduk Nusantara yang tak berhasil dimasukkan ke dalam Islam bisa dikatakan tidak pernah mengenal tradisi menulis.

Salah satu sastrawan Muslim unggul pada masa itu adalah Hamzah Fansuri. Ia merupakan penulis sufi yang memperkenalkan syair dalam kesusastraan Melayu. Genre tersebut merupakan bentuk sajak yang terdiri atas empat baris dengan rima teratur, 'a-a-a-a'. Abdul Hadi menduga, syair merupakan perpaduan dari genre ruba'i yang berasal dari Persia dan pantun Melayu. Di samping bahasa Arab, Persia dan Melayu, Hamzah Fansuri juga menguasai bahasa Hindi, Jawa, dan Siam.

Jejak kebudayaan Persia tergambar dari kompleks makam abad 15 di Aceh
Hamzah Fansuri juga merupakan orang pertama yang menulis risalah keagamaan dan ilmu pengetahan dalam bahasa Melayu tinggi. Adapun ulama-ulama terdahulu pada umumnya menulis dengan bahasa Arab.

Melalui tangan Hamzah Fansuri-lah bahasa Melayu mulai difungsikan sebagai bahasa fungsional untuk sastra dan sains. Abdul Hadi WM bahkan mengusulkan agar Hamzah Fansuri didaulat sebagai Bapak Bahasa Indonesia dan Malaysia atas jasa-jasanya mengangkat bahasa Melayu.

Memperkaya Khazanah Intelektual Indonesia

Dalam khazanah sastra keagamaan Melayu, intelektual Muslim Melayu-Indonesia pada kurun waktu yang lalu telah memberikan kontribusi yang besar terhadap khazanah intelektual dalam bidang bahasa, sastra, dan agama.

Karya-karya sastra Melayu lama yang banyak mengandung unsur Islam dinyatakan oleh Yock Fang sebagai sastra keagamaan atau sastra Islam. Secara garis besar, sastra keagamaan ini dapat digolongkan menjadi tiga corak. Sastra rekaan, sastra kesejarahaan dan sastra kitab.

Bahasa Arab pada abad ke-17 menjadi basis untuk karangan-karangan bersifat keagamaan di Melayu. Teks-teks bertuliskan Arab dan penjelasannya diberikan secara lisan dalam bahasa Melayu. Inilah salah satu penyebab yang memperkaya khazanah pernaskahan Arab di Indonesia. Sejak abad ke-17 terjadi kenaikan cukup besar dalam jumlah naskah yang tertulis dalam bahasa Arab. Penggerak utamanya adalah para Jawi.

Sementara itu, Novita Hemalini dalam Pengaruh Bahasa Arab Dalam Pembentukan Kosakata Pada Media Massa Indonesia menerangkan masuknya pedagang yang berasal dari Gujarat, Persia, dan Arab ikut menyebarkan budaya mereka ke Indonesia, salah satunya bahasa.

Terkait  kosakata bahasa Arab yang berubah menjadi kosakata bahasa Indonesia adalah kosakata yang memiliki kemiripan makna. Selain itu, mempunyai kemiripan dengan pengucapan. Dengan begitu, hasil yang diperoleh dari kosakata tersebut adalah kosakata bahasa Indonesia yang memiliki makna kata sama dengan kosakata bahasa Arab.

Propaganda Anti Arab yang kini sedang gencar digelorakan sejumlah pihak, namun melupakan fakta sejarah peran dan sumbangsih Arab dalam membentuk sendi peradaban Indonesia moderen.
Berita, Fakta dan Peristiwa Seputar Dunia, Disampaikan dengan Jujur, Objektif, Adil dan Independen
Masyarakat DKI Jakarta  berunjuk rasa mendesak KPK dan Polri melakukan penegakan hukum yang adil dan profesional terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang dianggap telah melakukan praktek tindakan korupsi dalam kasus RS. Sumber Waras.
“Bukan mereka yang mendesain korupsi, malah cuma jadi kambing hitam saja. Kalau Kejagung hanya menetapkan mereka bedua sebagai tersangka, seolah-olah Kejagung bermain mata dan melepas kasus itu,”
Jakarta -- Mantan pimpinan KPK Bambang Widjajanto menuturkan, BPK sudah melaporkan  adanya korupsi di DKI Jakarta era kepemimpinan Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

''Bagaimana bisa disebut pemerintahan Ahok  tidak korupsi kalau banyak perbuatan koruptif yang terjadi di DKI?  Siapa Bilang Ahok Tidak Koruptif? Ini Sederet Buktinya!,''  kata Bambang

Bambang memaparkan data dari laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) per Mei 2016 yang menunjukkan indikasi koruptif di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Paparan itu disebutkan saat peringatan Hari Anti-korupsi di posko pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Jalan Cicurug, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

"Menurut laporan BPK 31 Mei 2016, pengendalian pengelolaan aset tetap masih belum memadai, yaitu pencatatan aset tetap tidak melalui siklus akuntansi dan tidak menggunakan sistem informasi akuntansi sehingga berisiko salah saji," kata Bambang.

Selain itu, Bambang turut menyertakan bahwa BPK menemukan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan oleh Pemprov DKI Jakarta sebanyak 15 temuan senilai Rp 374.688.685.066.

Bambang juga menyoroti salah satu laporan BPK tentang aset tetap Dinas Pendidikan DKI senilai Rp 15.265.409.240.418 yang tidak dapat diyakini kewajarannya. Pemprov DKI juga diketahui belum menagih kewajiban penyerahan fasos-fasum oleh 1.370 pemegang surat izin penunjukan penggunaan tanah (SIPPT) dalam bentuk tanah seluas 16,84 juta meter persegi.


"Soal kemitraan antara Pemprov DKI dan pihak ketiga senilai Rp 3,58 triliun, BPK belum dapat meyakini pencatatan asetnya. Dari data-data itu, bagaimana bisa disebut pemerintahan sebelumnya bebas dari unsur koruptif?" tutur Bambang.
Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjajanto. (Image: Okezone.com)
Berita, Fakta dan Peristiwa Seputar Dunia, Disampaikan dengan Jujur, Objektif, Adil dan Independen
Warga etnis China, baik di dalam maupun di luar negeri dianggap sangat solid mendukung Gubernur DKI Jakarta keturunan China, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
HASIL pilkada kemarin akhirnya membuka mata kita bahwa nasionalisme Tionghoa di Indonesia telah bangkit.

Hampir bulatnya suara etnis Tionghoa yang mendukung Ahok pada Pilkada DKI 2017 menunjukkan bahwa etnis Tionghoa memilih berdasarkan kesamaan etnis, mereka tetap solid mendukung politisi beretnis Tionghoa.

Pendulangan suara di daerah Pluit, Kelapa Gading, Jelambar, dan daerah pemukiman Tionghoa lainnya, dimana Ahok memperoleh kemenangan suara hampir bulat yaitu di atas 95 persen adalah bukti bahwa etnis Tionghoa sebagai kelompok menunjukkan kekuatan mereka.

Secara nyata mereka tetap memilih Ahok yang sedang dirundung banyak persoalan.

Pribumi selama ini dianggap sebagai kelompok masyarakat yang suka mengungkit ngungkit SARA, namun kenyataannya tudingan itu tidak terbukti, di daerah-daerah pemukiman pribumi asli, Ahok tetap mendulang suara yang signifikan. Saya merasa prihatin dengan kondisi negara kita saat ini.

Gubernur DKI Jakarta, Ahok saat mengumpulkan para cukong dan konglomerat China di Jakarta.